JAKARTA - Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta memberi waktu hingga enam bulan ke depan kepada 128 penunggak pembayaran unit Rumah Susun Sederhana Sewa Griya Tipar, Cakung, Jakarta Timur. Jangka waktu tersebut cukup lama, karena semula pemerintah memberi waktu hanya tujuh hari untuk melunasi pembayaran sewa.



Keringanan sanksi tersebut diputuskan setelah terjadi mediasi antara warga dan Dinas pada Rabu hingga kemarin. "Mereka tetap harus bayar, tapi dengan surat pernyataan," kata Penanggung Jawab Rusun Wilayah Jakarta Timur Hendriansyah kepada Tempo, kemarin.
Jika hingga enam bulan ke depan penyewa 128 unit yang disegel menggunakan stiker berwarna merah tidak kunjung membayar, Dinas Perumahan dan Gedung akan melayangkan surat perintah untuk mengosongkan unit rusun. "Lewat dari 6 bulan yang sudah dijanjikan, kami sesuai prosedur memberikan surat untuk melakukan pengosongan selama 3 x 24 jam," kata Hendriansyah.



Pada Rabu lalu, tim penertiban rumah susun menyegel 128 dari 1.000 unit rusunawa Griya Tipar. Penyegelan dilakukan karena warga menunggak pembayaran sewa hingga 6 bulan. Penyegelan tersebut merupakan lanjutan dari penyegelan menggunakan stiker putih terhadap 255 unit pada pekan lalu.



"Sebanyak 127 unit telah membayar separuh tunggakan sewanya. Tapi dengan catatan harus melunasi sesuai surat perjanjian," ujar dia. "Terpaksa kami segel merah, karena tidak ada iktikad baiknya buat membayar tunggakan," kata dia. Saat ini iuran bulanan terendah di Rusun Tipar Cakung adalah Rp 90 ribu per bulan dan harga sewa tertinggi Rp 545 ribu per bulan.



Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Yonathan Pasodung mengatakan, setelah pelunasan 6 bulan ke depan, pihaknya memberi toleransi 3 bulan kepada warga pemilik unit rusunawa untuk membayar kewajibannya. "Lebih dari itu, kami beri peringatan segel putih," ujar Yonathan.



Yonathan menyatakan peringatan tersebut berlaku tujuh hari. Warga diberi keleluasaan waktu untuk membayar tunggakan tersebut. Bila tak juga membayar, warga akan dikenai peringatan keras berupa segel merah. "Jika tak juga bayar, akan digembok," ujar dia.



Warga Rusunawa Griya Tipar mengaku sebenarnya mereka tidak berniat menunggak pembayaran. Namun, karena pengelola menolak pembayaran tunggakan dengan cara mencicil, tunggakan yang harus dibayar warga menjadi makin besar dan tidak tepat waktu.



"Rusun minta langsung dibayar, berapa pun besarannya. Tetangga kami yang mau bayar Rp 3 juta saja ditolak," kata Kiki, warga Rusunawa Tipar, kemarin. "Kalau bisa dicicil, sudah lunas sejak lama," kata penghuni kamar 514 yang mengaku menunggak hingga 60 bulan itu. Dia berjanji akan melunasi tunggakan sebelum 6 bulan.AFRILIA SURYANIS | ALI AKHMAD | M. ANDI PERDANA | ALI ANWAR

 


Comments




Leave a Reply